Penilaian Fabregas itu didasarkan atas fenomena tersingkirnya tim-tim kuat macam Real Madrid, Liverpool, Chelsea dan juga Juventus lebih awal. Liverpool yang juara lima kali Liga Champions dan Juve pemegang dua gelar, tak bisa lolos dari babak grup.
Chelsea yang dalam lima tahun terakhir mampu hadir di semifinal harus terhenti oleh Inter Milan di perdelapanfinal lalu. Dan yang lebih miris mungkin nasib Madrid yang memiliki skuad mahal tapi harus bertekuk lutut di tangan Lyon dalam babak 16 besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini menjadi peringatan bahwa tim-tim lain yang tersisa bisa juga mengalahkan yang lain, walau pun reputasinya mungkin di bawah Real Madrid, Chelsea atau Liverpool, mereka masih bisa menang," sambungnya.
Ya, hal itulah yang ingin Fabregas dan rekan-rekannya tunjukkan kepada Barca selaku lawan mereka di dua leg babak perempatfinal bahwa The Gunners bukanlah lawan yang bisa dianggap remeh.
Dan Fabregas ingin membuktikan bahwa level kekuatan para tim yang ada di delapan besar ini semua sama, termasuk Barca.
Selain bermodalkan skuad dengan talenta muda berbakat dan kejeniusan Arsene Wenger, Arsenal pun bakal datang dengan aroma pembalasan dendam kekalahan 1-2 di final 2006.
"Saya tahu bakal terjadi dua laga menarik nantinya. Kami pastinya akan memberikan segalanya dan anda tahu jika anda ingin memenangi kompetisi ini, anda harus siap bermain melawan siapa saja," tukas kapten Arsenal itu.
"Tapi kompetisi ini adalah tentang apa yang diri kamu akan lakukan. Kami pastikan kami mempunyai kepercayaan dan fokus yang benar," lugas pesepakbola 22 tahun itu.
(mrp/krs)











































