'Arsenal Mendaki Mont Blanc'

Liga Champions

'Arsenal Mendaki Mont Blanc'

- Sepakbola
Senin, 05 Apr 2010 03:33 WIB
Arsenal Mendaki Mont Blanc
Paris - Perjuangan Arsenal di perempatfinal Liga Champions diibaratkan sebgai sebuah pendakian ke Mont Blanc. Namun meski sulit, tidak ada yang tidak mungkin.

Mont Blanc adalah puncak tertinggi di Pegunungan Alpen yang terletak di perbatasan antara Prancis dan Italia. Ketinggiannya adalah 4.810 meter di atas permukaan laut.

Mendaki Mont Blanc adalah sesuatu yang sukar. Pendakian Mont Blanc digunakan oleh mantan pesepakbola Emmanuel Petit guna mengibaratkan perjalanan Arsenal untuk lolos dari perempatfinal Liga Champions.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di leg pertama di kandang sendiri, Arsenal ditahan Barcelona 2-2. Itu berarti kemenangan menjadi sesuatu yang tak bisa ditawar lagi untuk menjalani leg kedua di Camp Nou.

Malang bagi tim London Utara, mereka akan menuju markas The Catalans tanpa personel yang lengkap.

"Saya menilai kans Arsenal lolos adalah 30 persen. Arsenal akan tampil tanpa William Gallas. Kita semua melihat bahwa dua gol yang dicetak Barcelona menunjukkan Arsenal kehilangan Gallas. Mereka juga tak diperkuat oleh Cesc Fabregas. Dua kehilangan yang sangat besar," ujar Petit seperti dikutip dari BBC.

"Kehilangan sosok-sosok tadi akan membuat Arsenal mengalami kesulitan menemukan keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Itu sebabnya banyak yang berpikir bahwa merupakan sensasi besar bila Arsenal bisa lolos. Bila Barca bermain dengan intelejensinya, maka bersiap-siap sajalah menghadapi hal terburuk," tandas pria yang pernah memperkuat Arsenal tahun 1997-2000 itu.

Di leg pertama di London nyawa permainan Barca Lionel Messi tidak terlalu cemerlang. Petit mewanti-wanti bahwa hal sebaliknya bisa terjadi di Nou Camp.

"Lapangan di Nou Camp lebih besar dibanding di Emirates. Di leg pertama kita memang tidak melihat Lionel Messi yang sebenarnya. Namun di leg dua, di mana Arsenal harus mencetak gol, maka itu justru bisa memberikan Messi ruang gerak lebih," tambah eks gelandang Prancis yang juga pernah berseragam Barcelona di tahun 2000-2001 itu.

Meski cukup banyak handicap yang dimiliki tim London Utara, Petit optimistis bahwa Arsenal bisa melalui rintangan yang ada.

"Arsenal dalam situasi nothing to lose. Bila saya Arsene Wenger, saya akan berkata pada pemain bahwa kita tengah berada di ambang sejarah. Barca merupakan juara bertahan dan sebagai favorit beban ada di pundak mereka."

"Bila Arsenal bisa mengalahkan tim terbaik Eropa, yang mengeluarkan dana miliaran untuk membentuk tim, maka kemenangan ini akan mengirimkan pesan bahwa siapa pun bisa membentuk tim yang sempurna untuk mengalahkan tim terbaik Eropa serta menjadi juara pada akhirnya," pungkas pria berusia 39 tahun itu.Β 

(nar/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads