Gol semata wayang yang dibuat Diego Milito menjadi pembeda Inter dengan CSKA jelang digelarnya leg kedua yang akan dilangsungkan di Luzhniki Stadium, Rabu (7/4/2010) dinihari WIB lusa. Meski sementara unggul 1-0, Nerazzurri jelas masih jauh dari aman karena tuan rumah punya potensi besar membalas.
Dengan nyaris tak ada pemain yang absen karena cedera, Inter bukannya tak punya kesulitan dalam laga tersebut. Seperti diakui sendiri oleh Jose Mourinho lapangan artifisial Luzhniki Stadium akan menjadi tantangan besar buat timnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tahu bagaimana kami akan bermain di sana, menyadari kesulitan yang mungkin muncul terkait permainan lawan dan lapangan buatan, yang menjadi pertama buat kami semua," ujar Mourinho dalam wawancaranya dengan InterTV seperti dikutip dari Reuters.
Meski oleh produsennya diklaim tak jauh berbeda dengan rumput asli, namun tetap saja pemain butuh adaptasi lebih banyak sebelum benar-benar menjalani pertandingan di rumput buatan tersebut. Untuk menghadapi masalah itu, Mourinho meminta pemainnya untuk mengingat kembali masa kanak-kanak mereka, saat sama sekali tak bermasalah bermain di jalanan.
"Saya sebelumnya sempat bercanda dengan beberapa pemain, meminta mereka mengingat kembali saat masih kecil dan belum bermain di lapangan. Jika Anda bisa bermain di jalanan, saya katakan pada mereka 'kenapa tak bisa bermain di lapangan buatan sekalian?'" pungkas pria asal Portugal itu.
Dikutip dari Wikipedia, rumput artifisial dari bahan serat fiber sintetis memiliki beberapa kekurangan dibanding rumput sungguhan. Disebutkan kalau rumput buatan mudah membuat kulit lecet, meski belakangan hal tersebut terkurangi dengan ditemukannya material baru dari rajutan benang polyethylene. Selain itu rumput artifisial juga lebih mudah terasa panas saat terkena sinar matahari.
(din/key)











































