Kemenangan 1-0 atas CSKA Moskow di leg kedua perempatfinal semalam sudah cukup mengantarkan Inter ke semifinal untuk pertama kalinya sejak 2002/2003. Total agregat kemenangan Nerazzuri adalah 2-0.
Kegembiraan Inter, kegembiraan bagi Mourinho juga. Pria nyentrik itu mencatatkan dirinya sebagai pelatih pertama yang mampu membawa tiga tim berbeda ke semifinal Liga Champions. Sebelumnya Mourinho melakukannya bersama Porto dan Chelsea.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya adalah Porto menang dengan agregat 1-0 dan melaju ke final di mana akhirnya berhasil jadi juara dengan menundukkan AS Monaco 3-0.
Semusim berikutnya, Mourinho masuk lagi ke semifinal dan kali ini bersama Chelsea. Namun, nasib berkata lain karena Mourinho dan The Blues harus bertekuk lutut di tangan Liverpool lewat gol tunggal nan kontroversial Luis Garcia di leg kedua setelah bermain 0-0 di leg pertama.
Yang ketiga Mourinho bersama Chelsea kembali masuk di semifinal 2006/2007 dan lagi-lagi The Reds menggagalkan jalan Mou ke final. 'Si Biru' takluk lewat drama adu penalti yang berakhir 1-4 untuk rivalnya asal Inggris itu.
Kini Mourinho sudah di semifinal lagi dan tak lagi harus bertemu dengan Liverpool. Namun The Special One tidak bisa berlega hati juga karena lawan yang akan dihadapi adalah juara bertahan, Barcelona, yang punya seorang Lionel Messi.
Tapi dengan pengalaman Mourinho pernah menjinakkan tim asal Spanyol enam tahun lalu, bukan tak mungkin ia akan melakukannya lagi saat bertemu Barca dan melenggang ke final. Bisa, Mou? (mrp/nar)











































