Setidaknya dalam 49 pertandingan di Liga Champions, MU hanya dua kali menelan kekalahan di Old Trafford. Sebuah catatan betapa bagusnya The Red Devils jika bermain di hadapan pendukung sendiri.
Catatan tersebut tentunya juga mencakup penampilan mereka di fase knock-out turnamen yang sama. Meski kerap kalah di pertemuan perdana, dan khususnya di kandang lawan, MU selalu bisa membalasnya--atau minimal menahan imbang--di Theatre of Dreams. Hanya saja, tak selalu berujung pada lolosnya mereka ke babak berikutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semusim berselang, juga di babak perempatfinal, mereka takluk 1-2 di kandang FC Porto. MU memang tak kalah ketika kala leg kedua dihelat di 'Teater Mimpi', melainkan bermain imbang 1-1. Tetapi tiket semifinal tentunya menjadi miliki Porto yang kala itu diasuh oleh Jose Mourinho.
Satu catatan manis mereka dapat dari AS Roma kala bertanding di babak perempatfinal musim 2006/2007. Takluk 1-2 di Olimpico, MU mengamuk di markas sendiri. Roma dibabat 7-1 dan tiket ke babak semifinal pun digenggam.
Bagaimana kali ini? Bisakah MU membalikkan keadaan setelah takluk 1-2 di Allianz Arena tengah pekan lalu? Apalagi latar ceritanya juga sama seperti banyak pertemuan-pertemuan sebelumnya: babak perempatfinal.
"United tetaplah favorit. Menang 2-1 di leg pertama bukan hasil yang bagus untuk kami. Tetapi hasil itu memberikan kami sebuah kans," ujar manajer Bayern, Louis van Gaal, di Daily Mail.Β
(roz/din)











































