Ribery yang lahir pada 7 April 1983 di Boulogne-sur-Mer, menjadi salah satu kunci keberhasilan Bayern melangkahi Manchester United. Meski takluk 2-3, FC Hollywood berhak mendapatkan tiket ke semifinal lantaran unggul agresivitas gol tandang dalam agregat 4-4.
Dalam posisi tertinggal 0-3, Bayern akhirnya mendapatkan asa setelah Ivica Olic membobol jala Edwin Van der Sar. Dengan skor 1-3, Bavarians akhirnya mendapatkan keuntungan setelah Rafael da Silva terkena kartu merah. Penyebabnya? Ia menarik baju Ribery.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya melihat Franck melihat kepada saya yang berdiri di sudut kotak penalti. Saya tahu ia akan memberikan bolanya kepada saya," ujar Robben menggambarkan proses terjadinya gol tersebut.
Usai pertandingan sebuah pesta pun digelar di hotel Marriott Wosley Park, tempat di mana skuad Bayern menginap. Sebuah kue ulang tahun pun diberikan oleh Presiden Bayern, Uli Hoeness, kepada Ribery. Dengan ditiupnya lilin, maka sempurnalah hari itu.
Sekarang setelah lolos ke semifinal, Bayern tentu saja bertekad untuk terus melanjutkan langkahnya hingga ke final. Bahkan kalau perlu sampai juara.
Di sinilah menariknya. Bagi Ribery yang sepanjang musim ini kerap dikait-kaitkan dengan Barcelona dan Real Madrid, menjadi juara Liga Champions bersama Bayern mungkin bisa mengubah pendiriannya.
Bukan rahasia apabila pemain yang dijuluki Scarface ini pernah mengungkapkan keinginan untuk hijrah ke Spanyol. Mungkin, kalau Bayern jadi juara, ia bakal melupakan Spanyol. Siapa tahu.Β
(roz/din)











































