Fergie, juga Darren Fletcher dan kemudian Edwin van der Sar, menuding kalau kegagalan lolos ke semifinal Liga Champions karena sukses pemain Bayern memprovokasi wasit menyusul pelanggaran Rafael da Silva terhadap Franck Ribbery.
Pemain Bayern memang terlihat menghampiri wasit setelah bek Brasil itu menarik tangan Ribery dari belakang. Entah terpengaruh atau tidak, yang jelas wasit kemudian mengeluarkan kartu kuning kedua plus kartu merah buat Rafael.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh tindakan tersebut dianggap pihak Bayern sebagai upaya Fergie mencari-cari alasan saja. FC Hollywood pun meminta bos 'Setan Merah' itu bertindak ksatria mengaku kekalahannya, sebagaimana Bayern mengakui kekalahan di final Liga Champions 1999.
"Itu reaksi yang berlebihan, sebagian dari itu mungkin karena dia kecewa karena kalah. Dalam kondisi normal dia adalah seorang gentleman, tapi saya pikir apa yang dia katakan tidaklah tepat. Kami tetap tenang di Barcelona (usai final Liga Champions 1999) dan mereka harusnya bertindak yang sama," ungkap Presiden Bayern, Uli Hoeness, seperti dikutip TheSun.
Pernyataan serupa dilontarkan sang penentu kekalahan MU, Arjen Robben. Mewakili rekan-rekannya dia menolak anggapan tim lawan yang menyebut pemain Bayern mencoba menekan wasit.
"Saya bisa memahami reaksi dari Ferguson, tapi dia salah. Kami tidak menekan wasit untuk mengkartu merah pemain, itu cuma keputusan yang tepat yang diambil dia (wasit). Saya pikir wasit harusnya mengeluarkan lebih banyak kartu buat pemain MU."
"Di sepakbola Anda tak bisa mendapat semua yang Anda inginkan, tapi dalam pertandingan itu kami menunjukkan perjuangan luar biasa. Tak mudah melakukan comeback setelah tertinggal 3-0 menghadapi MU. Tapi selama 180 menit kami layak mendapatkan hasil itu," pungkas winger Belanda itu. (din/nar)











































