Menyusul tersingkirnya tim-tim papan atas Eropa macam Manchester United, Chelsea dan Real Madrid, semifinal Liga Champions musim ini memunculkan kejutan besar. Lyon dan Bayern jadi sorotan terkait sukses besar mereka membalikkan banyak prediksi.
The Bavarian sesungguhnya cukup punya tradisi di kompetisi papan atas Eropa itu, selain memiliki sederet pemain top di skuadnya. Namun status kejutan tetap layak mereka sandang mengingat sudah lama mereka, dan tim Jerman lainnya, tak melangkah hingga babak empat besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Benarkah begitu? "Tak ada final dini," sahut Mourinho menolak anggapan the real final saat timnya menjamu Barcelona, Rabu (21/4/2010) dinihari WIB besok.
"Ini adalah semifinal dan hanya sang pemenang yang akan lolos ke final yang sesungguhnya, yang akan digelar di Madrid. Dan itu bukan laga antara Inter-Barcelona. Lyon dan Bayern layak mendapatkan hormat karena mereka berhasil mencapai tahap yang sama dengan kami," lanjut pelatih asal Portugal itu di AFP.
Mourinho, yang enam tahun lalu membuat kejutan besar dengan mengantar FC Porto menjuarai Liga Champions, menyebut keempat klub yang masuk semifinal saat ini punya kans yang sama menjadi juara.
"Mereka (Bayern-Lyon) juga punya kesempatan menang sebesar 25%, mereka punya sejarahnya sendiri dan mereka mengalahkan tim besar seperti Madrid. Dan Bayern punya pelatih terbaik di dunia (Louis van Gaal)," pungkas Mourinho mengomentari mantan bosnya saat masih menjadi staff di Barcelona.
(din/roz)










































