Akibat debu vulkanis hasil dari ledakan Gunung Eyjafjallajokull di Islandia, jadwal penerbangan di Eropa pun jadi terganggu. Ini lantas berimbas kepada lawatan Barca ke Giuseppe Meazza yang akhirnya harus dilakukan dengan menggunakan bus lewat rute darat.
Akibatnya, kubu Barca harus menempuh total jarak 985 km yang memakan waktu lebih dari 14 jam, belum termasuk bermalam di Cannes. Kelelahan akibat perjalanan jauh pun membayangi Barca dalam pertarungan leg I semifinal kontra Inter, Rabu (21/4/2010) dinihari WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, entrenador Barca Pep Guardiola tetap berusaha santai dan memandang hal ini secara positif. Perjalanan yang lama boleh jadi melelahkan, tapi ini juga bisa semakin merekatkan hubungan antara para pemainnya.
Pandangan itu ternyata juga diamini betul oleh Mourinho yang akan adu strategi dengan Guardiola. "Perjalanan mereka pasti tidak nyaman, tapi jika saya dalam posisi itu, saya akan berusaha menggunakannya untuk bikin pemain kian kompak," katanya di Football Italia.
Mourinho yang juga pernah menukangi Chelsea dan FC Porto tersebut juga menegaskan bahwa hal semacam ini tak bisa dijadikan alasan karena keadaan tak selalu bisa berjalan dengan lancar dan sesuai keinginan.
"Terkadang Anda menghadapi skenario sulit. Kami harus melawat ke Moskow di perempatfinal dan berhadapan dengan permukaan lapangan plastik, tapi kami tetap bermain dan menang," tegas dia.
"Toh juga ada pemain seperti Dennis Bergkamp yang pastinya akan memilih pergi dengan bus," lanjut Mourinho menyinggung si pemain Belanda yang punya julukan non-Flying Dutchman karena ketakutannya naik pesawat (Aviatophobia), sehingga selalu memilih rute darat dan laut.
(krs/a2s)











































