Keinginan kembali ke Bernabeu tersebut konteksnya adalah Sneijder berharap Nerazzurri bisa mengalahkan Barcelona di semifinal Liga Champions, dan lolos ke babak final yang memang telah diagendakan dihelat di Bernabeu.
Stadion besar di ibukota Spanyol itu pernah menjadi tempat kerja Sneijder selama dua musim. Walaupun dianggap cemerlang permainannya, namun pemain 25 tahun itu dilepas El Real pada musim panas lalu setelah mendatangkan Cristiano Ronaldo dan Kaka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu memang pernah menjadi mimpiku setelah aku pindah ke Inter, begitu tahu finalnya akan digelar di Bernabeu. Aku memimpikan masuk final dan merengkuh trofi. Kami tinggal berjarak dua pertandingan lagi. Ayo perjuangkan. Tidak ada yang tidak mungkin."
Dalam pernyataannya yang dilansir situs resmi UEFA, Sneijder dimintai komentarnya tentang pemain terbaik dunia 2009 yang ada di kubu Barca, Lionel Messi. Ia bahkan sempat berkelakar dengan mengatakan, "Ya, aku pernah mendengar nama Messi."
Kemudian ia melanjutkan dengan lebih serius. "Aku rasa saat ini dia memang pemain terbaik dunia. Tapi tentu saja ada cara untuk menghentikan dia. Kenapa tidak? Kita akan menemukannya minggu depan."
Walaupun bermain di klub bertabur bintang dan ditukangi pelatih sekaliber Jose Mourinho, Sneijder dinilai berhasil menjaga satu tempat reguler di skuad inti skuad La Beneamata. Dengan cepat ia menjadi salah satu pemain kesayangan Interisti, berkat performanya yang aduhai.
"Saya akui, aku salah satu pemain besar di tim ini, dan aku berharap terus begitu sama akhir musim -- yang mana akan dimulai sekarang," tukasnya.
"Klub seperti Inter sangat lapar untuk memenangi Liga Champions. Itu bagus karena Inter adalah klub besar. Aku tak tahu apakah kami akan memenanginya tahun ini, tapi kami akan terus membaik dan bisa memenanginya di masa depan. Kami sudah begitu dekat sekarang," tambah Sneijder tentang Inter yang belum pernah masuk final lagi semenjak menjuarai Piala Eropa 1965.
(a2s/krs)











































