Kok Begini, Ribery?

Kok Begini, Ribery?

- Sepakbola
Kamis, 22 Apr 2010 09:21 WIB
Kok Begini, Ribery?
Munich - Ditanyai polisi sebagai saksi dalam penyelidikan kasus prostitusi pasti membuat Franck Ribery merasa susah. Maka ketika mendapat kartu merah juga di pertandingan tadi malam, sungguh pekan yang rumit buat dia.

Ribery menjadi headline media massa setelah ditengarai menjadi klien sebuah klub malam di Paris yang mempekerjakan wanita penghibur di bawah umur. Dia tidak sendiri melainkan "ditemani" penyerang Lyon Sydney Govou dan seorang pemain lain yang identitasnya masih belum terungkap.

Sejauh ini ia memang hanya menjadi saksi dan belum tentu bersalah, sebagaimana pembelaannya. Namun, tetap saja buat figur seperti Ribery, kasus di luar lapangan ini memalukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemain 27 tahun itu "beruntung" tidak mendapat reaksi negatif dari suporter timnya saat tampil menghadapi Lyon di leg pertama semifinal Liga Champions, Kams (22/4/2010) dinihari WIB. Membuat Ribery menjadi down memang tidak perlu dilakukan publik Allianz Arena, karena yang dibutuhkan si pemain adalah dukungan moral.

Sialnya, Ribery malah "mencelakakan" dirinya sendiri. Ia membuat wasit Roberto Rossetti tak punya pilihan lain kecuali mengganjarnya dengan kartu merah lantaran terlalu berbahaya menginjak engkel Lisandro Lopez di menit 37.

Itu adalah kartu merah keempat dalam karir Ribery: dua pertama di Marseille, dua di timnya sekarang. Setelah pertandingan ia ngeloyor begitu saja, mencuekin para wartawan yang berharap mendapat beberapa kata dari mulutnya.

Bayern beruntung, di menit 54 Lyon pun bermain dengan 10 orang, dan kemudian memenangi pertandingan lewat gol tunggal salah satu dari dua winger utama FC Hollywood selain Ribery, yakni Arjen Robben.

Ribery, yang belum memutuskan apakah akan bertahan di Bayern atau pindah ke klub top Eropa di musim lalu, dipastikan absen di pertandingan kedua di kandang Lyon. Jika timnya lolos ke final, ia bahkan bisa tidak terlibat di dalamnya apabila UEFA memutuskan skorsing dua partai.

Pelatih Bayern Louis van Gaal melakukan apa yang harus dia lakukan sebagai atasan Ribery. Dia memakai kalimat yang mengisyaratkan bahwa pemainnya itu tidak beruntung.

"Melihat dari bench, saya pikir dia menjejak terlalu lama di kaki pemain lawan. Saya rasa semestinya itu bukan kartu merah karena itu kaki sebelah dalam dan bukan sebuah pelanggaran dengan kekuatan penuh," papar Van Gaal, dikutip Reuters.

"Saya pikir itu lebih merupakan provokasi. Tapi saya pikir wasit mengeluarkan kartu merah karena dia melihat Franck menjejak di kaki lawannya terlalu lama."

Van Gaal, yang di awal musim memiliki hubungan yang agak dingin dengan Ribery, juga memberi dukungan lain buat pemain yang telah dikaruniai dua anak itu. Apa? Bahwa Bayern akan mengusahakan supaya hukuman buat Ribery cukup satu partai saja.

"Kalau Anda lihat dari dekat, semestinya itu bukan kartu merah. Kartu kuning lah. Jadi, saya berharap Bayern dan dirinya akan diskorsing satu pertandingan saja."
(a2s/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads