Menurut situs resmi Bayern, salah satu kata favorit pelatih Louis van Gaal adalah 'unbelievable', yang artinya sungguh tak bisa dipercaya atau bisa juga luar biasa. Kata itu sering diucapkan Van Gaal setiap kali timnya meraih hasil positif, dan semakin sering ia gunakan belakangan ini.
"Kami memimpin liga, masuk final Piala Liga, dan bisa menembus final Liga Champions. Di awal musim saya tak pernah menyangka bisa seperti ini," ujar pelatih top asal Belanda itu belum lama ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, Bayern dalam beberapa musim terakhir bukanlah tim yang dominan bahkan di negaranya sendiri. Musim lalu mereka kalah bersaing dengan Wolfsburg dalam perebutan titel liga, dan tiga musim lalu bahkan cuma finish di posisi keempat -- dan absen di Liga Champions 2007/2008.
Di Liga Champions, sejak mengalahkan Valencia di final 2001, Bayern tak pernah lagi menjejak ke babak empat besar kecuali musim ini. Tahun lalu mereka berhenti di perempatfinal, dikalahkan tim yang kemudian menjadi juara, Barcelona.
Sebab itulah direksi klub tidak mencanangkan target tinggi di Liga Champions musim ini. Maka ketika Bayern saat ini di ambang meraih tiga piala, itu saja sudah membuat mereka merasa sangat girang.
"Saya bangga menjadi presiden sebuah klub yang telah menampilkan permainan sepakbola yang mengagumkan di musim ini," ujar Uli Hoeness. "Kami telah lolos ke Liga Champions musim depan, menembus final Piala Liga, dan kami ada di semifinal Liga Champions. Kalau saya ditawari begini waktu saya terpilih di bulan November, saya pasti akan langsung menerimanya."
Awal kiprah Van Gaal di Allianz Arena tidaklah mulus. Dari empat pertandingan pertamanya ia cuma meraih satu kemenangan. Di bulan November, Mark van Bommel dkk sempat terancam tidak lolos dari fase grup Liga Champions karena kalah dua kali dari Bordeaux.
Ketika Bayer Leverkusen memuncaki klasemen Bundesliga, beredar spekulasi bahwa Van Gaal bakal didepak, bahkan lebih cepat dari ketika Bayern memecat pelatih sebelumnya, Juergen Klinsmann. Tambahan lagi ia berselisih dengan Luca Toni, striker top yang berperan besar dalam kesuksesan tim memenangi liga dan piala Jerman musim 2007/2008.
Van Gaal berhasil memperbaiki performa timnya dan lolos dari fase grup Liga Champions. Arjen Robben menjelma sebagai pemain yang sangat hebat, melengkapi Frank Ribbery, dan mereka kemudian dijuluki 'Robbery'. Toni dipinjamkan ke AS Roma dan penyerangan mereka tetap kuat dengan Mario Gomez, Miroslav Klose dan Ivica Olic, plus pemain binaan akademi, Thomas Mueller.
Besok malam Van Gaal dan Bayern akan menghadapi Lyon untuk memastikan apakah kemenangan 1-0 di leg pertama minggu lalu berguna besar atau menjadi hangus. Jika mampu mengamankan tabungan kemenangannya itu, maka Bayern kembali masuk kasta elit di Eropa.
Van Gaal pun berpeluang menambah koleksi medali Eropa-nya dengan dua klub berbeda. Ia pernah membawa Ajax menjadi penguasa Eropa di tahun 1995.
(a2s/key)











































