Di ajang Liga Champions, Lyon bukan lagi tim yang dipandang sebelah mata. Keberhasilan mereka lolos ke babak 16 besar Liga Champions secara beruntun sejak 2003/2004 membuktikan status mereka sebagai salah satu raksasa sepakbola Benua Biru.
Khusus di musim ini, Le Gones malah mencatat prestasi yang lebih spesial lagi. Untuk kali pertama mereka berhasil menembus babak semifinal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, alih-alih membalas kekalahan, Lisandro Lopez dkk malah menelan kekalahan telak. Lyon tampil sangat buruk sebelum akhirnya menyerah dengan skor 0-3.
"Mereka tim yang sangat kuat. Sayang sekali kami gagal mencetak gol penyama karena kami punya beberapa kesempatan," seru pelatihΒ Claude Puel seperti dikutip dari Reuters.
Kegagalan masuk ke final jelas sangat disesali Lyon. Bukan hanya karena mereka sudah begitu dekat dengan partai puncak, namun juga karena penampilan meyakinkan raksasa Prancis itu di babak-babak sebelumnya.
Pada periode fase grup Lyon sukses memetik kemenangan 2-1 atas Liverpool di Anfield, hasil yang kemudian berpengaruh dalam kegagalan The Reds maju ke babak 16 besar. Yang paling luar biasa tentu saja kemenangan atas Real Madrid di babak 16 besar.
Unggul 1-0 saat berlaga di kandang, Lyon mampu menahan Los Merengues 1-1 di Santiago Bernabeu. Sementara di babak selanjutnya gantian Bordeaux yang disikat dan menyerah kalah dengan agregat 3-2.
Kekalahan 0-3 atas Bayern juga meninggalkan tanda tanya besar karena Lyon merupakan salah satu tim dengan pertahanan terbaik di Liga Champions musim ini. Sejak fase grup hingga leg pertama babak semifinal (11 pertandingan), tercatat cuma tujuh kali gawang mereka dibobol lawan.
(din/nar)











































