Gangguan demi gangguan, baik di luar lapangan maupun di dalam lapangan, diklaim Mourinho harus diterima Inter jelang laga lawan Barca, Kamis (29/4/2010) dinihari WIB.
"Kami tak bisa tidur sampai jam 4 pagi karena di luar hotel ada petasan. Kami menelepon polisi jam 23.00 dan mereka baru tiba jam 3.30. Pemain seperti Samuel Eto'o yang datang ke sini tiap beberapa hari juga diganggu polisi hari ini," cetus Mourinho di Football Italia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tak mau menilai wasit. Saya sebelumnya bilang ke pemain bahwa jika mereka mau taat kepada wasit maka pekerjaan si wasit akan lebih mudah, tapi malam ini beberapa orang membuat tugasnya jadi lebih sulit."
"Leo Messi adalah Messi. Bakat luar biasa, dari galaksi lain, tapi seperti rekan-rekannya, dia tak maksimal. Harusnya ada kualitas dan fair play, tapi saya tak melihatnya di luar dan dalam lapangan," cibir Mourinho.
Apapun, Inter dipastikan melaju ke final kendati kalah 0-1 di leg II karena sudah bermodal kemenangan 3-1 pada leg I. Ini adalah final pertama Nerazzurri di European Cup/Liga Champions semenjak tahun 1972.
"Ini adalah tim yang terdiri dari para pahlawan, setelah semua pemain siap menumpahkan darah di lapangan. Saya bangga dengan semuanya, yang main atau yang tidak, juga dengan fans yang menderita bersama kami di sini dan juga di rumah."
"Kini saya minta para fans untuk menyambut kami di bandara, walaupun akan sulit dan mereka harus bekerja paginya. Mereka harus ada di bandara untuk menyambut para pemain luar biasa ini, mereka layak mendapatkannya," seru Mourinho.
(krs/din)











































