Tahun lalu Barca adalah raja dunia. Enam kompetisi diikuti, enam-enamnya dikuasai. Mereka memenangi La Liga, Copa del Rey, Liga Champions, Piala Super Eropa, Piala Super Spanyol, dan Piala Dunia Antarklub. Dalam sejarah sepakbola, belum pernah terjadi sebelumnya apa yang bisa dilakukan klub elit Spanyol itu.
Sejak awal musim ini, mempertahankan semua trofi itu tentu bukanlah sebuah target. Akan tetapi, prosesnya seperti memungkinkan karena permainan tim arahan Josep Guardiola itu tetap memikat dan bermutu. Minornya perubahan skuad ternyata tidak membuat strategi mereka jadi lebih mudah ditebak dan diantisipasi tim-tim lawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guardiola masih beruntung masih punya Bojan Krkic yang sewaktu-waktu menjadi pahlawan, dan tentu saja penyerang muda nan sensional, Pedro Rodriguez. Di lini tengah sampai belakang, Xavi dan Andres Iniesta masih menjadi nyawa permainan, Carles Puyol dan Gerard Pique tetap tembok yang sulit dirontokkan.
Statistik menunjukkan, di musim ini Barca baru kalah tiga kali saja dari total 54 pertandingan di semua kompetisi. Kekalahan itu didapat dari Rubin Kazhan di fase grup Liga Champions, Atletico Madrid di La Liga, dan Inter Milan di leg pertama semifinal Liga Champions.
Semestinya ini tetaplah statistik yang luar biasa. Bandingkan dengan musim lalu, mereka kalah tujuh kali dari total 62 pertandingan. Musim lalu mereka menang 41 kali -- dan masih bisa bertambah karena Liga Spanyol masih menyisakan empat pekan -- dan musim lalu menang 42 kali.
Tapi apa boleh buat, statistik dan permainan yang fantastis di musim ini tidak berbanding lurus dengan hasil yang didapat. Barca tersingkir di babak 16 besar Copa del Rey dari Sevilla, dan kehilangan gelar Eropa-nya setelah ditekuk Inter di semifinal dengan skor 2-3 secara agregat.
Turnamen tersisa di musim ini yang masih bisa didapat Los Blaugrana adalah La Liga. Hanya saja mereka pun masih mendapat tekanan besar dari Real Madrid. Dari 34 pertandingan, Barca cuma unggul satu angka dari Madrid. Artinya, kans kedua tim ini masih sama besar.
Jika masih tak beruntung juga dan sering tersandung di sisa kompetisi, hal terburuk buat Barca adalah bertangan hampa di musim in- -- setelah memborong enam piala di tahun lalu.
Namun, apabila mampu memenangi La Liga, itu berarti mereka masih bisa menambah titelnya karena dipastikan tampil di pertandingan perebutan Piala Super Spanyol di awal musim depan.
(a2s/key)











































