Inter dan Bayern Munich adalah dua tim yang akan bertanding di partai puncak 22 Mei nanti. Inter dengan gemilang menundukkan juara bertahan Barcelona dengan agregat 3-2. Sedangkan Bayern dengan gagah menggasak Olympique Lyon dengan agregat mencolok 4-0.
Meski Inter dalam perjalanannya menundukkan dua tim kuat, yaitu Barca dan Chelsea di perdelapanfinal. Namun Die Rotten bisa lebih diunggulkan karena mereka lebih sering melakoni partai puncak dibanding Nerazzuri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ya, sejak tahun 2004 setiap tim yang mampu mengalahkan Chelsea di fase knock out minimal akan melaju ke partai final dan jadi juara.
AS Monaco memulai siklus itu di 2003/2004 saat menyingkirkan The Blues racikan Claudio Ranieri di semifinal dengan agregat 5-3. Namun Monaco kalah 0-3 dari Porto yang saat itu dilatih Mourinho.
Setahun berselang giliran Liverpool yang berpesta di Istanbul setelah mengalahkan AC Milan lewat adu penalti. Di semifinal Liverpool menyingkirkan Chelsea.
Di 2006 saat Barca juara dengan menaklukkan Arsenal 2-1 di final, Blaugrana sebelumnya menyungkurkan Chelsea di babak 16 besar dengan agregat 3-2. Liverpool kembali menjejak final di 2007 setelah melewati Chelsea di semifinal, namun mereka kalah 1-2 oleh Milan.
Manchester United juara di 2008 dengan menaklukkan Chelsea di partai final. Dan musim lalu Barca yang menggusur Tim London Barat itu di semifinal berhasil merengkuh titel tersebut setelah menang 2-0 dari MU.
Inter meneruskan siklus itu di tahun ini dengan mengalahkan 'Si Biru' di 16 besar dan sudah mencapai final. Kini seluruh 'syarat' untuk bisa jadi juara sudah dipenuhi oleh La Beneamata.
Tinggal sekarang apakah Inter bisa mentransformasikannya menjadi sebuah trofi atau mereka malah mengikuti kegagalan Monaco (2003) & Liverpool (2007)?
(mrp/arp)











































