Mourinho sempat bekerja pada Van Gaal saat pria Belanda itu membesut Barcelona di penghujung periode 1990-an. Pelatih asal Portugal tersebut kala itu menjadi asisten Van Gaal di Camp Nou.
Dalam kurang dari sebulan ke depan, Van Gaal dan Mourinho akan kembali dipertemukan di final Liga Champions. Namun kali ini keduanya berada di kubu yang berbeda: sang guru melatih Bayern Munich sementara si murid membesut Inter Milan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bayern melangkah ke final setelah meraih keunggulan agregat besar atas Olympique Lyon dengan kedudukan 4-0. Sementara Inter, meski menang tipis namun melangkah ke final merupakan sebuah keberhasilan besar karena lawan yang mereka tundukkan adalah sang juara bertahan, Barcelona.
Meski kedua klub sama-sama pernah menjuarai Liga Champions, namun Mourinho tak menyangkal kalau Die Roten punya tradisi yang lebih kuat dibanding Nerazzurri. Hal mana membuat dia sangat waspada dalam laga yang akan dilangsungkan pada 22 Mei mendatang.
"Bayern adalah tim dengan kualitas yang bagus. Mereka juga punya tradisi di Liga Champions dan punya pelatih hebat," pungkas mantan pembesut FC Porto dan Chelsea itu seperti dikutip dari Yahoosports.
(din/nar)











































