Kenapa Sampai Gagal, Don Carletto?

Liga Champions

Kenapa Sampai Gagal, Don Carletto?

- Sepakbola
Rabu, 05 Mei 2010 12:00 WIB
Kenapa Sampai Gagal, Don Carletto?
London - Musim ini Chelsea punya kesempatan baik meraih dua gelar domestik. Namun kegagalan di Liga Champions tetap menjadi bahan evaluasi bagi kinerja manajer Carlo Ancelotti.

Sejak Roman Abramovich menjadi owner Chelsea Juni 2003, miliarder Rusia itu memiliki ambisi untuk membawa The Blues menjadi raja di Eropa dengan menjuarai Liga Champions.

Manajer yang bertugas di era Abramovich ada Claudio Ranieri, Jose Mourinho, Avram Grant, Luiz Felipe Scolari, Guus Hiddink, dan kini Carlo Ancelotti. Untuk Ranieri, dia mulai menukangi Chelsea pada tahun 2000 dan kerjasama itu berkahir pada 2004. The Tinkerman sempat bekerja di bawah "rezim" Roman selama satu musim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun hingga kini keinginan itu masih berhenti sebatas keinginan saja. Sejak era Abramovich, pencapaian tertinggi tim London Barat itu di Liga Champions baru sampai final saja.

Soal Liga Champions bakal menjadi bahan evaluasi kepada Ancelotti sekali pun Don Carletto mampu meraih dua gelar domestik di akhir musim, Liga Primer dan Piala FA.

"Di hari setelah kita memenangi titel juara musim ini, kami akan bertanya pada diri sendiri mengapa kita tidak menjadi juara di Liga Champions," demikian tutur direktur Chelsea Mike Forde, seperti diberitakan The Sun.

Untuk musim ini, perjalanan Frank Lampard dkk di kompetisi antarklub tertinggi di Benua Biru itu berhenti di 16 besar. "Di sepakbola, intinya adalah terus mendapatkan yang lebih baik dari waktu ke waktu. Itulah yang kami inginkan."

Forde menilai bahwa pencapaian Chelsea sejauh ini bukanlah karena peran Ancelotti seorang. "Carlo Ancelotti datang kemari dengan hanya membawa seorang asisten. Itu membuktikan bahwa staf kepelatihan yang kami miliki sudah bagus."

Selanjutnya Don Carletto pun dibandingkan dengan Jose Mourinho. "Mourinho memulai tugasnya di sini dengan visi yang bagus dan dia mewariskan tim dengan sukses kepada manajer besar lain seperti Guus Hiddink dan Ancelotti," tuntas Forde.

(nar/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads