Sikap yang dimaksud Van Gaal tersebut adalah ketika Mourinho berselebrasi menyebrangi lapangan usai Inter Milan menyingkirkan Barcelona di Camp Nou. Pelatih asal Portugal itu berlari ke arah pendukung Inter sembari mengacung-acungkan jari telunjuknya.
Aksi tersebut sempat dihadang oleh kiper Barca, Victor Valdes. Sang penjaga gawang sempat meminta Mourinho menghentikannya, tetapi keduanya kemudian dilerai oleh ofisial Inter dan Barca.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Van Gaal pun mengingat-ingat masa ketika Mourinho masih menjadi bawahannya di Barcelona. Pelatih asal Belanda itu mengungkapkan, dahulu The Special One adalah sosok yang berbeda. Dahulu, Mourinho sangat kalem, meski selalu serius dalam melakukan pekerjaannya.
"Dia bekerja sangat serius. Dia juga selalu tepat waktu dan kerap membawakan saya analisis yang dikerjakannya di rumah."
"Saat itu dia sangat rendah hati. Sangat menyenangkan bisa membantu perkembangan dirinya, melihatnya menjadi pribadi seperti saat ini," tutup Van Gaal.
Laga final antara Inter vs Bayern akan dihelat pada 22 Mei mendatang. Ada pun yang menjadi venue dari laga tersebut adalah Stadion Santiago Bernabeu di kota Madrid.
(roz/krs)











































