Banding Ribery Diprotes Mourinho

Liga Champions

Banding Ribery Diprotes Mourinho

- Sepakbola
Rabu, 12 Mei 2010 10:36 WIB
Banding Ribery Diprotes Mourinho
Milan - Bayern Munich melakukan banding atas hukuman Franck Ribery supaya gelandang asal Prancis itu bisa main di final Liga Champions. Oleh Jose Mourinho, tindakan Bayern itu dianggap aneh.

Seperti diketahui, Ribery dilarang tampil dalam tiga pertandingan akibat kartu merah yang diterimanya dalam laga melawan Olympique Lyon di leg I semifinal. Kala itu, Ribery tertangkap basah wasit menginjak kaki Lisandro Lopez.

Merasa hukuman itu terlalu berat kubu Bayern Munich pun melakukan banding ke UEFA yang pada akhirnya ditolak oleh otoritas sepakbola tertinggi di Benua Biru itu. Namun Bayern tak mau menyerah dan menuntut keadilan ke Badan Arbitrase Olahraga Tertinggi (CAS).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh CAS, Bayern diminta menunggu keputusan sampai 18 Mei nanti, atau empat hari menjelang partai final. Saat ini CAS tengah mempelajari kasus tersebut dan berkonsultasi dengan pihak-pihak terkait.

Tindakan Bayern ini kemudian mengundang kritik dari Mourinho. Pelatih Inter Milan tersebut tak setuju dengan tindakan FC Hollywood lantaran menilai Ribery memang pantas mendapatkan kartu merah.

"Hal itu aneh, sangat aneh. Semua orang tahu mengapa ia menerima kartu merah, mengapa mereka tak bisa menerimanya?" Tukas Mourinho di ESPN Star.

Pelatih asal Portugal ini kemudian mencontohkan kejadian Thiago Motta kala menghadapi Barcelona. Motta dikartumerah setelah tangannya melayang ke wajah Sergio Busquets. Meski Mourinho cenderung menyalahkan Busquets--yang diklaimnya berpura-pura dilanggar--, ia tetap menerima keputusan tersebut.

"Di pihak kami ada Thiago Motta yang dikartumerah dan semua orang tahu sebabnya. Saya tak bilang itu adalah kesalahan wasit karena terkadang wasit membuat kesalahan karena pemain."

"Dan karena Busquets-lah wasit jadi membuat kesalahan dan Motta tak bisa bermain di final, padahal tak sepantasnya dia terkena kartu merah."

"Kami tak meminta banding karena kami tahu peraturan. Tapi, saya tak mengerti mengapa Bayern melakukannya," tuntasnya.

(roz/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads