Di awal pelaksanaan Piala Afrika --kali pertama dihelat pada tahun 1957-- ajang ini dihelat berubah-ubah; terkadang di setiap tahun ganjil, kali lain pada tahun genap.
Baru pada tahun 1968 Piala Afrika yang kala itu digulirkan di Ethiopia akhirnya mendapat jadwal rutin, dengan digelar pada setiap tahun genap, setiap dua tahun sekali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu dituding sebagai kurang maksimalnya penampilan para tim-tim asal benua Afrika di Piala Dunia. Faktanya, capaian terbaik timnas dari Afrika adalah mencapai perempatfinal, yang ditorehkan Kamerun pada tahun 1990 dan Senegal tahun 2002.
Atas dasar itulah jadwal gelaran Piala Afrika mengalami perubahan. Sedari tahun 2013, Piala Afrika akan digelar pada tahun ganjil, sebagaimana dilansir AFP.
Artinya, setelah Piala Afrika 2012 di Gabon & Guinea Khatulistiwa, 12 bulan berselang Libya akan gantian menjadi tuan rumah menggelar Piala Afrika 2013.
(krs/krs)










































