Insiden tersebut terjadi saat klub yang ditangani Scolari, Bunyodkor, bertarung dengan Al Ittihad di ajang Liga Champions Asia pada 14 April. Kejadian itu berawal dari ofisial Bunyodkor yang berusaha menendang wasit karena kesal dengan keputusan sang pengadil itu.
Lalu datanglah petugas keamanan yang ingin melindungi wasit namun penerjemah Scolari bernama Marcelo Santos ikutan 'panas' campur dan perkelahian pun tak bisa terelakan lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu Santos tetap harus dihukum dan Federasi Sepakbola Asia (AFC) telah menetapkan Santos melanggar Artikel AFC nomor 70 mengenai keributan dengan pemain dan ofisial. Maka Santos pun dijatuhi larangan aktif di persepakbolaan selama lima tahun serta denda 14.000 poundsterling.
Tak hanya Santos, Rivaldo yang merupakan kapten Budnyodkor juga dijatuhi denda 1.400 pounds karena melakukan tindakan tak terpuji. Scolari pun terkena hukuman yang sama karena tak menghadiri jumpa pers usai pertandingan.
Kini pekerjaan Scolari tak hanya mempertahankan gelar juara Liga Uzbekistan yang direbutnya musim lalu, namun 'tugas kecil' yaitu mencari penerjemah baru harus dilakukan pelatih berpenghasilan terbesar di dunia itu (13 juta pound per tahun). Karena sejak melatih di tahun 2008, Scolari selalu memakai jasa Santos sebagai penyambung lidah dengan para pemainnya dalam soal teknis mau pun non-teknis.
Atau kau sudah fasih berbahasa Uzbek, Big Phil?
(mrp/arp)











































