Henry resmi menjadi pemain terbaru kompetisi Major League Soccer (MLS) di Amerika Serikat setelah bergabung dengan New York Red Bulls. Ini jelas menjadi tantangan baru untuk Henry yang sebelumnya sudah berkiprah di Prancis, Italia, Inggris dan Spanyol.
"Aku jenis orang yang, bagaimana mengatakannya, kritis terhadap diri sendiri. Aku mengharapkan banyak hal dari diri sendiri sehingga aku yakin orang lain juga berharap banyak pada saya," ujar Henry seperti dilansir peacefmonline.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada usia yang belum terlalu tua, 32 tahun, Henry memilih main di MLS yang kompetisinya masih dinilai relatif kurang kompetitif dibandingkan liga-liga yang sebelumnya dia lakoni. Maka tak ayal muncul pertanyaan mengenai kepindahannya ke MLS dan juga komitmen Henry dengan klub barunya.
"Beberapa orang mungkin berpikir aku pindah ke sini untuk liburan," ceplos Henry seraya tertawa.
"Well, aku memang biasa datang ke sini (New York) untuk berlibur, tapi tak demikian kali ini. Jangan keliru, aku adalah orang yang kompetitif. Percaya padaku, aku tak suka kalah. Aku takkan bilang kami akan memenangi seluruh pertandingan atau menyapu bersih gelar."
"Aku hanya bilang bahwa aku adalah seorang petarung, jadi dalam latihan atau saat main dengan teman-teman di taman pun aku selalu ingin menang dan akan berusaha sekuat tenaga untuk melakukannya. Hanya itu yang bisa aku bilang, Anda tak bisa selalu menang tapi tak pernah salah untuk berusaha," tegas Henry.
(krs/a2s)










































