Sejumlah noda hitam yang mencoreng persepakbolaan China di antaranya adalah pengaturan skor, skandal judi, dan juga suap terhadap wasit. Ini terjadi sejak tahun 1990-an ketika liga profesional mulai bergulir di Negeri Tirai Bambu.
Namun otoritas di sana baru membentuk satgas yang memiliki tugas untuk melakukan investigasi atas segala hal tersebut pada tahun 2006.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tengah banyaknya skandal ini, negara yang punya pengalaman sebagai host Olimpiade (2008) itu berniat untuk mengajukan lamaran sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026. Keberhasilan Afrika Selatan menggelar kejuaraan sepakbola empat tahunan itu menginspirasi China.
"Kami menjadi termotivasi setelah melihat keuntungan sosial yang didapatkan Afrika Selatan," ujar ketua CFA Wei Di sepreti dikutip dari AFP.
"CFA siap untuk mengajukan permohonan kepada otiritas olahraga nasional untuk mendukung proses pengajuan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026," lanjut dia.
"Sejauh ini banyak perdebatan soal apakah China harus mengajukan lamaran atau tidak, atau soal kapan lamaran itu diajukan. Namun melihat bagaimana kesuksesan Afrika Selatan, saya harus mengatakan bahwa China tidak punya alasan untuk tidak mengajukan proposal dan sekarang adalah waktu terbaik untuk melakukannya."
Foto: Stadion Sarang Burung di Beijing, China (AFP Photo)
(nar/krs)











































