Tiga belas kartu kuning dan satu kartu merah mewarnai partai puncak Piala Dunia antara Belanda kontra Spanyol. Tujuh kartu kuning dan satu kartu merah menjadi milik tim Oranye.
Setelah pertandingan itu tim Negeri Kincir Angin banyak mendapatkan sorotan akibat permainan mereka yang menjurus kasar. Pertandingan ini diwarnai aksi tendangan kung-fu yang dilancarkan Nigel De Jong ke arah Xabi Alonso.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya kini setiap tim memiliki pemain bertipikal sebagai perusak serangan lawan. Fletcher mencontohkan nama-nama seperti Javier Mascherano, Mark Van Bommel, dan de Jong.
"Semua memberikan perhatian kepada para pemain bintang. Namun ada cara lain untuk memenangi pertandingan dan posisi gelandang bertahan menjadi salah satu posisi yang nyaris spesifik sejak Claude Makalele mempopulerkannya," tandas Fletcher seperti diberitakan Telegraph.
"Tugas mereka adalah merusak permaian lawan. Terkadang mereka melakukan pelanggaran taktis sebagai bagian dari upaya menghentikan serangan balik lawan, untuk kembali merebut bola dan memberikannya kepada pemain kawan," tandas pemain asal Skotlandia itu.
"Cara seperti ini merupakan bagian, satu paket dengan sepakbola. Aksi tackle merupakan bagian dari permainan terutama di sepakbola di kawasan Britania Raya di mana fans sangat gembira bila melihat ada pemain yang berusaha sangat keras untuk kembali mendapatkan bola. Andai suatu hari cara-cara seperti ini tidak terlihat lagi di sini, maka itu bakal sangat memalukan," imbuh pemain kelahiran 1 Februari 1984 itu.
Ada kemungkinan Fletcher musim depan akan di-plot sebagai perusak serangan lawan menyusul kondisi Owen Hargreaves dan Anderson yang masih tanda tanya. Fletcher, yang pernah dikritik oleh Arsene Wenger akibat dinilai memainkan "anti-football", menyatakan siap andai tugas itu harus disandangnya.
"Musim lalu saya dan Michael Carrick pernah dipasang di sentral pertahanan. Kami harus terus menambah pengalaman tentang hal tersebut. Memang posisi ini bukan yang terbaik tapi tak diragukan lagi hal ini bakal menjadi penentu dari perjalanan tim di kompetisi," pungkas Fletcher.
(nar/mrp)










































