Pada konferensi pers perdananya usai tidak lagi menjabat sebagai pelatih Argentina, Maradona menyebut Grondona, Presiden Federasi Sepakbola Argentina (AFA) telah berbohong kepadanya soal perpanjangan kontraknya.
Maradona juga menyerang Bilardo, manajer timnya, yang dianggapnya telah berkhianat. Bilardo yang merupakan pelatih tim Tango tahun 1986 di mana Maradona ada di dalamnya, dituding telah berupaya menyingkirkan pelatih 49 tahun itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontrak Maradona sebagai pelatih Argentina tidak diperpanjang karena AFA tidak setuju dengan keinginan Maradona untuk mempertahankan para stafnya. Padahal, menurut Maradona, pada awalnya Grondona sudah berjanji akan memperpanjang kontrak dia.
"Saya menyesalkan dia harus pergi karena itu sangat menyedihkan. Tapi saya tidak pernah berbohong kepada Maradona," kali ini Grondona yang membantah ucapan Maradona.
"Saya bilang padanya di Pretoria bahwa saya puas dan ia bisa terus melatih, tapi dengan kondisi yang berubah dan ia harus melakukan beberapa perubahan penting," urai Grondona.
Di bawah asuhan Maradona, Argentina tampil meyakinkan di fase grup dengan selalu menang. Di perdelapanfinal, Lionel Messi cs menang atas Meksiko tapi langkah mereka terhenti di 8 Besar kala Jerman menghajar mereka 4-0.
(arp/krs)











































