Di Piala Dunia 2010 lalu Brasil kandas di babak perempatfinal usai dikalahkan Belanda, yang lantas terus maju untuk menjadi runner-up. Hasil ini kemudian membuat pelatih Dunga digantikan oleh Menezes.
Masuknya Menezes membawa angin perubahan di tubuh tim 'Samba'. Paulo Henrique Ganso dan Neymar, dua pemain Santos yang secara kontrovesial tak dipanggil Dunga ke skuad Piala Dunia, kini diikutsertakan Menezes. Pun demikian halnya dengan Alexandre Pato (AC Milan) dan Lucas (Liverpool).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah awal yang baru untuk semuanya. Usai Piala Dunia, tekanannya lebih besar dan terutama juga karena kami akan menjadi tuan rumah Piala Dunia berikutnya sehingga orang-orang jadi sangat antusias dan mengharapkan kami memenanginya," ujar Lucas di Reuters.
"Semoga saja kami memulai dengan baik dan terus melaju dan untuk menang di 2014," imbuh dia.
Sebagai negara di mana sepakbola bak jadi agama kedua, Brasil memang punya ekspektasi luar biasa terhadap tim nasionalnya. Harapan ini pun bukannya tak beralasan karena secara tradisi Brasil memang selalu punya stok pemain apik, yang juga sudah berbuah lima gelar juara Piala Dunia --jumlah terbanyak di antara negara-negara pemenang lain.
"Mengenakan kaos timnas Brasil selalu menciptakan tekanan dan setiap kami turun ke lapangan, tanggung jawabnya senantiasa besar," aku bek Brasil Dani Alves.
Maka dari itu, kegagalan di Piala Dunia 2010 dan kesempatan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014 pun disambut gegap gempita publik Brasil. Kini adalah tugas Menezes menjawabnya dengan memberikan secuplik kemilau dari timnya di laga ujicoba.
"Untuk tim seperti Brasil, ekspektasinya adalah selalu untuk menang. Tanpa hasil bagus, proyek takkan berjalan dan hasil buruk bisa melahirkan ketidakpastian, sementara saya hanya ingin bekerja dengan kepastian. Ini adalah momen spesial untuk negara kami, kali pertama menggelar Piala Dunia setelah tahun 1950," ujar Menezes.
Sebelum ini, hanya satu kali Brasil mendapat kehormatan menjadi tuan rumah Piala Dunia. Itu terjadi pada tahun 1950. Saat itu Brasil tak bisa memuaskan para pendukungnya setelah kalah dari Uruguay di partai final.
Kegagalan jadi jawara di rumah sendiri pada tahun 1950 ini tentu diharapkan bisa dibayar lunas pada 2014 mendatang. Tekanan kian besar buat Brasil karena publik negara itu jelas tak mau melihat Lionel Messi, bintang Argentina yang notabene rival berat Brasil, mengangkat trofi juara empat tahun mendatang.
"Kita semua tahu bagaimana hubungan Brasil dan Argentina jika bicara mengenai sepakbola. Hanya ada satu cara menghentikan dia (Messi), yakni memainkan sepakbola yang bagus. Jadi itulah yang akan mulai kami lakukan," janji Menezes seperti diwartakan Yahoosports.
(krs/key)










































