Musim panas lalu Italia tersingkir dini di Piala Dunia 2010. Si juara bertahan gagal melangkah dari fase grup setelah hanya menuai dua hasil seri dan satu kali kalah, yang menempatkan mereka jadi juru kunci grup.
Dengan hasil mengecewakan tersebut, sejumlah pembenahan lantas dilakukan. Direkrutlah Cesare Prandelli menggantikan Marcello Lippi. Kehadirannya diharapkan membawa angin segar sekaligus regenerasi pemain di tubuh timnas Italia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, hasil yang dituai tetap saja belum memuaskan. Dalam debut Prandelli tersebut, Italia harus rela tunduk 0-1 lewat gol tunggal Kolo Toure. Hasil ini kian melengkapi rangkaian hasil buruk mereka yang kini sudah melalui tujuh pertandingan tanpa satu pun kemenangan. Hanya satu kali Italia harus menanti selama itu untuk mengakhiri hasil buruk.
Pada kurun waktu 1958 dan 1959, termasuk kegagalan lolos ke Piala Dunia 1958, Italia melewati delapan partai tanpa satu kemenangan pun dengan raihan tiga kekalahan dan lima hasil imbang. Tim Italia saat ini sudah kalah tiga kali dan seri empat kali di tujuh partai terakhirnya, menyamai rekor buruk mereka pada 1910-11.
"Kini kita semua mengakuinya, sepakbola Italia sedang krisis. Sulit sekali (membayangkan) bahwa para pemain sepakbola Italia (yang bagus) sudah habis, tapi kami harus terus mencari mereka, menemukannya, menunggunya dan bukannya mengkritik mereka setelah kesalahan awal," terang gelandang Italia Daniele De Rossi di AFP.
Akan tetapi, era Prandelli memang baru saja mulai dan masih banyak waktu yang tersisa untuknya melakukan pembenahan. Inilah yang membuat optimisme bahwa awan gelap akan segera berlalu.
"Ya, ini memang sudah menjadi tahun yang buruk. Kalah selalu bikin terluka dan kian bertambah jika datang kekalahan lain, sama halnya seperti kritikan. Terlalu dini untuk membuat ini menjadi sebuah drama, kami harus memahami kalau ini semua hanyalah 'selamat pagi' dari sebuah era baru."
"Masih ada dua tahun lagi sebelum sebuah penilaian harus dijatuhkan," tegas De Rossi, merujuk kepada gelaran Piala Eropa 2012.
(krs/a2s)











































