Nicolas Anelka jadi pemain yang dapat sanksi paling berat menyusul kisruh yang menimpa tim Prancis di Piala Dunia 2010 lalu. Striker Chelsea itu dilarang memperkuat Les Bleus hingga 18 pertandingan ke depan.
Kalau kemudian Blanc memprotes hukuman yang dijatuhkan FFF tersebut, itu karena banyak pemain di skuad utama Prancis juga dapat hukuman serupa. Patrice Evra dihukum lima pertandingan sementara Franck Ribery harus menjalani skorsing selama tiga pertandingan. Jeremy Toulalan dihukum skorsing satu pertandingan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu jelas bukan situasi yang ideal buat sepakbola Prancis, di mana kami membutuhkan semua pemain top kami saat Kualifikasi Piala Eropa dimulai," sahut Blanc dalam pernyataannya seperti dikutip dari Yahoosports.
Sebagai jalan keluarnya, pesepakbola yang mengantar Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000 itu mengusulkan agar para terhukum tersebut mengajukan banding untuk setidaknya dapat hukuman lebih ringan.
Soalnya, seperti diakui sendiri oleh Blanc, dirinya masih dihadapkan pada pekerjaan rumah besar terkait upaya menyatukan kembali skuad 'Ayam Jantan' yang terpecah di Afrika Selatan lalu
"Saya harap bisa menemukan kondisi yang lebih baik di akhir Agustus, dengan apa yang terjadi di Afrika Selatan seharusnya sudah terselesaikan."
"Satu-satunya kekhawatiran buat saya dan staff saya adalah menyatukan kembali skuad terbaik yang bisa dimiliki untuk pertandingan di awal September menghadapi Belarusia dan Bosnia-Herzegovina. Di sana saya berharap melihat semangat dan inisiatif yang sama, hasrat untuk maju ke depan dan terus bermain, sesuatu yang kita lihat di Oslo (saat ujicoba menghadapi Norwegia)," tuntas Blanc. (din/mrp)











































