Senin (23/8/2010) waktu setempat, enam orang dari perwakilan FIFA melakukan kunjungan ke Inggris untuk melihat kesiapan negara tersebut setelah mengajukan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018. Negeri Ratu Elizabeth itu merupakan salah satu kandidat tuan rumah selain Amerika Serikat, Portugal-Spanyol, Belgia-Belanda serta Rusia.
Baru pada 2 Desember mendatang FIFA akan mengumumkan negara mana yang berhak menggelar Piala Dunia 2018 dan 2022. Namun hingga saat itu datang, warga Inggris boleh sedikit merasa percaya diri setelah mereka dapat dukungan langsung dari Presiden FIFA, Sepp Blatter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sukses Spanyol menjadi juara dunia 2010 sempat dikhawatirkan publik Inggris akan menjadi hadangan terbesar untuk kembali menjadi tuan rumah, setelah yang pertama tahun 1966 silam. Apalagi Inggris justru tampil sangat tidak meyakinkan di Afrika Selatan 2010 lalu.
Namun Blatter memastikan kalau prestasi tak ada hubungannya dengan penentuan tuan rumah. Dengan kata lain, peluang Inggris tidak lebih kecil dibanding Spanyol.
"Performa negara yang mengajukan diri bukan sebuah masalah, sama sekali tidak. Yang penting adalah kualitas atas apa yang mereka ajukan dalam proses biding," tuntas Blatter.
(din/nar)











































