Tanggal 27 Agustus 1995, Zanetti memainkan laga pertamanya melawan Vicenza di Seri A usai ditransfer dari Banfield. Satu dekade lebih berlalu Zanetti menyongsong masa pengabdiannya itu dalam partai kontra Atletico Madrid di Stade De Louis II, Monako.
Jelas sebelum laga itu dihelat, Zanetti sangat mengharapkan hadiah menyenangkan berupa kemenangan timnya di perebutan trofi Super Eropa, yang sekaligus jadi trofi pertama di ajang itu untuk Inter sepanjang 102 tahun klub itu serta yang kelima di tahun 2010 ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak ada rasa penyesalan berlebihan dari pria Argentina berusia 37 tahun itu. Baginya Atletico pantas menang karena mampu menampilan sepakbola lebih baik dari timnya.
"Kekalahan akan datang cepat atau lambat. Dan itu datang dalam laga di mana Atletico Madrid bermain lebih baik dari kami," tutur Zanetti di situs resmi klub.
"Kami tidak ingin mencari pembelaan. Kami bermain baik namun kami kalah. Itu bisa terjadi kapan saja. Kami baru memulai jadi kami belum seratus persen. Ini adalah laga yang sangat seimbang untuk kedua tim, namun gol Reyes menghidupkan pertandingan," lugasnya.
(mrp/a2s)











































