Vuvuzela memang menjadi salah satu ciri khas Piala Dunia 2010. Kehadirannya selalu menghiasi setiap pertandingan di dalam pentas sepakbola paling akbar sejagat tersebut pada Juni-Juli silam.
Meski begitu banyak juga yang mengeluh dengan suara bisingnya yang mirip suara tawon itu. Vuvuzela dianggap mengganggu konsentrasi pemain yang bertanding dan menghilangkan suara nyanyian penyemangat dari fans yang merupakan bagian dari tradisi sepakbola di Eropa. Ada juga yang menyebut instrumen tiup ini bahkan mampu merusak indera pendengaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Badan Sepakbola Eropa telah menginformasikan kepada 53 anggota asosiasi untuk mengambil tindakan terkait alasan terhadap kultur dan tradisi sepakbola Eropa, dikatakan atmosfir pertandingan akan berubah akibat bunyi vuvuzela," bunyi keterangan UEFA seperti dilansir Reuters.
"Keajaiban sepakbola terdiri atas dua pertukaran emosi di antara lapangan dan penonton di mana publik bisa menyalurkan perasaannya kepada para pemain. UEFA menilai vuvuzela akan mengubah atmosfir tersebut, menenggelamkan emosi penonton dan mengalihkan pengalaman saat menonton pertandingan."
"Untuk menghindari risiko dari efek negatif di dalam stadion di mana kompetisi Eropa dimainkan dan untuk melindungi kultur dan tradisi sepakbola di Eropa, UEFA telah memutuskan bahwa vuvuzela tidak diijinkan memasuki stadion di mana pun kompetisi UEFA dimainkan."
Sebelum ini, klub-klub Liga Inggris telah lebih dulu menyatakan sikap anti terhadap vuvuzela. Tetapi belakangan penolakan itu menyebar ke bidang olahraga tenis dan basket.
(rin/din)











































