Laga persahabatan kontra Guatemala Selasa (7/9/2010) kemarin yang dimenangi Jepang dengan skor 2-1 adalah partai terakhir Narazaki. Sesudahnya Narazaki memilih konsentrasi di klubnya Nagoya Grampus Eight.
Partai melawan Australia 15 Februari 1998 adalah debut Narazaki di level timnas dan sesudahnya Narazaki kerap jadi pilihan utama di bawah mistar bergantian dengan Yoshikatsu Kawaguchi. Turnamen internasional pertamanya adalah Piala Dunia 1998 namun hanya jadi cadangan Kawaguchi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Afrika Selatan tahun ini Narazaki jadi pemain Jepang yang mampu tampil di empat Piala Dunia beruntun. Namun ia kalah bersaing dengan penjaga gawang muda Eiji Kawashima yang sukses membawa Jepang hingga babak 16 besar.
Selain Piala Dunia, Narazaki mencicipi dua kali perhelatan Piala Asia yaitu 1996 dan 2004 serta Piala Konfederasi 2001,2003 dan 2005. Prestasinya bersama Jepang adalah Juara Piala Asia 2004 dan runner up Konfederasi 2001.
"Aku telah merencanakan ini sejak Piala Dunia namun tidak pernah ada kesempatan untuk mengumumkannya karena Jepang masih mencari pelatih baru," ungkap Narazaki di Reuters.
"Aku telah bermain di empat Piala Dunia dan telah menjadi bagian dari skuad Jepang sejak umur 20 tahun. Keputusanku ini adalah fina sampai memang negara ini kehabisan stok penjaga gawang," tutup Narazaki.
Sayonara Narazaki!
(mrp/nar)











































