Sepekan terakhir, Neymar memang jadi sorotan karena tindakan kasarnya. Pada Minggu (12/9/2010), penyerang klub Santos itu nyaris terlibat perkelahian dengan pemain Ceara. Polisi sampai turun tangan memisahkan.
Pada Rabu (15/9), Neymar kembali berulah. Ia memaki kapten Santos, Edu Dracena, dan pelatihnya, Dorival Junior, setelah Edu meminta pemain lain mengeksekusi penalti dalam partai Santos vs Atletico Goianiense.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia harus tahu bagaimana caranya bertingkah sebagai pemain yang disorot di Brasil dan juga kelak nanti di sepakbola dunia," sesal Menezes seperti yang dikutip Eurosport.
"Jika kita membiarkan hal-hal seperti ini terjadi sering-sering di klubnya, tidak lama lagi kejadian seperti itu akan merembet ke tim nasional," imbuh pelatih pengganti Dunga itu.
Menyadari kesalahannya, Neymar, yang sempat menolak tawaran sebesar 20 juta euro ke Chelsea musim panas ini, lantas melontarkan permintaan maaf secara terbuka.
"Saya di sini untuk mengucapkan lebih dari kata maaf dan saya tidak punya alasan. Saya pulang dan melihat apa yang saya lakukan. Saya bertindak keliru, saya telah membuat ayah dan ibu saya terkejut. Saya malu atas apa yang terjadi," tukas Neymar.
"Saya minta maaf kepada Dorival, minta maaf ke Edu, kapten tim ini, dan juga kepada rekan-rekan setim. Saya minta maaf kepada anak-anak yang mengidolakan Neymar. Maafkan saya atas apa yang saya lakukan," tutup dia.
(arp/arp)











































