Di waktu lalu, lini tengah Jerman pernah diperkuat seorang berdarah Turki yakni Mehmet Scholl. Kini ada lagi satu pemain keturunan negeri Mustafa Kemal Pasha itu dalam tubuh Der Panzer. Dia adalah Mesut Oezil.
Oezil menjadi salah satu bintang muda yang bersinar terang di Piala Dunia 2010. Pemain Real Madrid itu menjadi elemen penting bagi hadirnya gelar tempat ketiga bagi Die Mannschaft di Afrika Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Dilansir dari AFP, saat ini ada sekitar 200 ribu pesepakbola di Jerman yang juga bisa membela Turki. DFB berniat menjaga para pemain keturunan negeri 'Asia Kecil' itu.
"Kami berjuang untuk mendapatkan mereka. Kami punya tujuan untuk mengintegrasikan pemain-pemain dari berbagai latar belakang ke dalam skema pembinaan," ujar direktur teknik DFB Mathias Sammer.
Salah satu pemain berdarah Turki yang "disesalkan" karena tak memilih Jerman adalah Nuri Sahin. Gelandang Borussia Dortmund ini lahir di Luedenscheid, Jerman. Pria 22 tahun itu memilih membela Turki.
Jumat (8/10/2010) waktu setempat Turki akan melawat ke Olympiastadion, Berlin, Jerman dalam lanjutan kualifikasi Euro 2012. Selain Sahin, masih ada pemain yang lahir dan besar di Jerman di tubuh tim "Bintang-Bulan Sabit". Mereka di antaranya Altintop bersaudara, Hamit dan Halil.
"Meski saya seorang Turki, namun ada sedikit Jerman juga dalam diri saya. Ini merupakan laga spesial bagi saya," tukas Sahin.
"Soal pilihan membela tim nasional, yang terpenting adalah masing-masing individu merasa nyaman dengan keputusan yang dia ambil," pungkas dia.
Jerman dan Turki telah bertemu 18 kali, di mana Der Panzer menang 12 kali, tiga menjadi milik "Bintang-Bulan Sabit", dan sisanya berakhir imbang.
Di kualifikasi Piala Eropa 2012, Jerman dan Turki ada di posisi 1-2 Grup A. Keduanya memiliki nilai sama, enam, dan hanya dipisahkan selisih gol.
Foto: Mesut Oezil, pemain berdarah Turki yang membela tim nasional Jerman (Getty Images)
(nar/key)











































