Nama Prancis sempat harum menjelang akhir millenium kedua. Meski sempat mendapat sorotan dan diragukan nasionalisme-nya akibat banyaknya pemain keturunan di sana, Zinedine Zidane dkk. berhasil membungkam segala hal tersebut dengan menjadi juara dunia 1998.
Dua tahun berselang, tim dari Negeri Mode kembali mengukir prestasi. Bermaterikan pemain yang tidak jauh berbeda dari Piala Dunia sebelumnya, Prancis menjadi raja Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelatih sudah diganti, dari Raymond Domenech ke Laurent Blanc. Sejumlah pemain di Piala Dunia seperti Nicolas Anelka dan Thierry Henry sudah tidak lagi berseragam timnas.
Laju Prancis "baru" masih belum mantap. Sempat kalah dari Belarusia di rumah sendiri, anak buah Blanc meraih kemenangan saat melawat ke markas Bosnia di kualifikasi Euro 2012.
Dalam empat hari ke depan, Prancis kembali melakoni laga kualifikasi Euro 2012 dengan menghadapi Rumania dan Luxemburg.
"Kami ingin lolos ke putaran final. Bila lolos kami ingin mendapatkan hasil bagus di sana," ujar Nasri dikutip dari situs resmi Arsenal.
"Tim ini merasa sangat lapar khususnya untuk menebus penampilan buruk di Euro 2008 dan Piala Dunia kemarin. Prancis tidak bermain bagus dan tampil sebagaimana mestinya. Jadi kami ingin mengembalikan tim ke standar yang sudah kami tetapkan dan mengembalikan Prancis menjadi negeri sepakbola," kata pemain kelahiran 26 Mei 1987 itu.
Sosok Blanc dinilai sebagai orang yang tepat untuk menangani Prancis. Pasalnya ketika masih bermain Blanc banyak mengukir prestasi.
"Anda bisa merasakan bahwa semua pemain ingin tampil sebaik mungkin untuk Laurent Blanc dan pelatih memberikan pesan dengan sangat baik," tandas Nasri.
"Dia benar-benar memberikan contoh yang layak dihormati: dia menjadi juara Piala Dunia, bermain untuk Manchester United, Inter, dan Barcelona dan telah membuktikan diri sebagai pelatih dengan membawa Bordeaux juara dan ke perempatfinal Liga Champions," lanjut eks pemain Marseille itu.
"Semua hal tersebut membuat pemain mendengarkan dia dan siap memberikan segalanya buat Prancis," pungkas dia.
(nar/a2s)











































