Inggris pernah bermasalah dengan yang namanya Hooliganisme dan kerusuhan suporter. Masalah tersebut kemudian telah dibenahi dan Italia pun diminta untuk mencontohnya.
Kerusuhan, apa pun sebab dan masalah awalnya, jelas bukan tempatnya ada di lapangan sepakbola. Maka, kala kerusuhan merebak di Genoa, banyak pihak ikut mengecamnya.
Pertandingan antara Italia dan Serbia di kualifikasi Euro 2012, Rabu (13/10/2010) dinihari WIB, terpaksa dihentikan setelah suporter Serbia bertindak anarkis. Beberapa media di Italia menyebut kerusuhan tersebut seperti sekelompok binatang menyerbu kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepp Blatter, yang tengah berada di Inggris untuk bertemu PM David Cameron dan membahas bidding negeri itu untuk Piala Dunia 2018, turut memberi komentar. Blatter menyoroti longgarnya keamanan di Stadion Luigi Ferraris, hal yang mana menurutnya tak akan terjadi di Inggris.
Ironisnya, Inggris dahulu dikenal sebagai negeri dengan suporter paling beringas. Tragedi Heysel di Brussels, Belgia, pada tahun 1986 adalah salah satu contohnya. UEFA memutuskan suporter Liverpool bersalah dalam tragedi yang merenggut korban jiwa itu. Sebagai hukuman, klub-klub Inggris pun dilarang berlaga di kompetisi Eropa sampai tahun 1990.
Tapi, menyusul tragedi tersebut dan berbagai kasus Hooliganisme di negeri sendiri pada era 80-an, Inggris belajar. Pembenahan dilakukan dengan menitikberatkan pada keamanan dan kenyamanan stadion. Tak ada lagi pembatas antara lapangan dan penonton, serta tak ada lagi tribun berdiri di stadion-stadion kelas satu.
Tanpa ada pembatas, tak ada kerusuhan merebak dengan penonton masuk ke dalam lapangan dengan beringas. Ini berbeda dengan kejadian di Genoa itu, di mana suporter Serbia berusaha memecahkan fiberglass pembatas dan merobek jaring pengaman.
Tanpa ada pembatas pula, penonton pun diserahkan tanggung jawab untuk mendewasakan diri. Berbuat rusuh, atau berani masuk ke dalam lapangan, hukuman jelas sudah menanti.
Di luar semua itu, Blatter juga memuji pihak keamanan di Inggris yang terkenal ketat memeriksa suporter yang akan masuk ke dalam stadion, dan ia pun berandai-andai jika keamanan di Luigi Ferraris bertindak seperti itu.
"Jika saja di Italia seperti ini, kita tak akan mengalami masalah seperti yang terjadi di Genoa," ucapnya.
==========
Foto: Salah satu suporter Serbia melepaskan kembang api dalam kerusuhan yang terjadi di Luigi Ferraris. (Getty Images)
(roz/key)











































