Saat itu Brasil yang begitu diunggulkan menjadi juara bertemu Belanda di fase delapan besar. Namun yang terjadi langkah mereka kembali terhenti di fase itu (di Jerman 2006, Brasil takluk dari Prancis di delapan besar).
Sempat unggul lewat gol Robinho di babak pertama namun akhirnya dua gol Wesley Sneijder memupuskan harapan Tim Samba meraih trofi keenamnya. Sebuah kekecewaan mendalam tentunya bagi Brasil yang begitu yakin bisa jadi juara dan akhirnya berujung dengan pemecatan Carlos Dunga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal itu (kekalahan) masih terasa hingga saat ini. Itu adalah momen yang sangat sulit," aku Cesar dalam sebuah wawancara yang dikutip Reuters.
"Itu membuatku merasa sedih bahkan sampai hari ini. Ketika aku berbaring dan menaruh kepalaku di bantal, aku memikirkannya, aku masih merasakan emosional dari laga itu dan merasa sedih. Karena kupikir kami punya segalanya untuk memenangi Piala Dunia," sambung Cesar.
"Hal yang tersulit adalah ketika meninggalkan rumah. Aku pergi hanya karena (bek) Lucio menolongku. Butuh waktu delapan hari untuk aku bisa keluar rumah lagi. Aku tidak ingin melakukan apapun dan melihat siapapun," akunya.
Apapun yang terjadi sampai saat ini memang Cesar belum lagi pernah dipanggil dalam tiga laga terakhir Brasil di bawah asuhan Mano Menezes. Menezes lebih sering memakai kiper Gremio Victor.
(mrp/din)











































