Tanggal 21 Mei 2008 mungkin adalah hari yang ingin dilupakan para pemain serta pendukung Chelsea. Sekalinya dapat kesempatan tampil di final Liga Champions, setelah pada empat musim sebelumnya selalu mentok di semifinal, misi Chelsea yang ingin merebut titel untuk pertama kalinya malah kandas
Setelah bermain imbang di waktu normal dan tambahan waktu, laga dilanjutkan ke adu penalti. Chelsea sebenarnya bisa menuntaskan laga itu andaikan John Terry sebagai penendang kelima berhasil mengeksekusi penalti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sungguh sebuah hasil yang menyesakkan mengingat kompetisi terelit di Eropa itu adalah satu-satunya trofi yang belum didapat Chelsea sejak kedatangan Roman Abramovich tujuh tahun silam. Kini pada Rabu (20/10) dinihari WIB, 'Si Biru' untuk pertama kalinya datang ke stadion berkapasitas 80 ribu penonton itu.
Kali ini Chelsea akan melakoni laga Grup F ketiganya melawan tuan rumah Spartak dalam kondisi mental yang tengah bagus-bagusnya. Di liga mereka masih memimpin klasemen dan di fase grup ini pun pasukan Carlo Ancelotti ada di puncak dengan raihan nilai sempurna di dua laga awalnya.
Sebuah modal bagus tentunya untuk Chelsea meraih "kemenangan" pertama di stadion yang dialasi rumput artifisial itu sekaligus makin memuluskan langkah mereka lolos ke babak 16 besar.
Meskipun sang lawan Spartak pun tak bisa diremehkan karena mereka pun masih sempurna, dengan poin enam namun kalah selisih gol.
"Kami mempunyai start yang bagus, mungkin melebihi apa yang fans kami harapkan," tukas pelatih Spartak Valery Karpin seperti dilansir Reuters.
"Namun kami tahu, mengalahkan Chelsea akan membawa proposisi berbeda dari yang kami raih sebelumnya. Makanya kami akan tampil lepas saja," pungkasnya.
Jadi apakah Chesea bisa menghapus rekor buruk itu atau malah Spartak yang menambah "luka" bagi Tim London Barat itu?===Foto: Para pemain Chelsea saat adu penalti di final Liga Champions 2008 (Getty Images/Shaun Botterill)
(mrp/arp)










































