Beberapa menit setelah wasit Pedro Proenca meniup peluit tanda duel Madrid vs Milan dimulai di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu (20/10/2010) dinihari WIB, seorang penonton beraksi nekat.
Memakai baju biru bergambar huruf S besar ala Superman, penonton itu menghambur ke tengah lapangan sebelum sejumlah petugas keamanan meringkusnya dan menyeret pria itu ke luar lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sama dengan aksinya di Afsel, Ferri menyusup ke lapangan tidak dengan tujuan membuat kerusuhan atau menyerang pemain; Ferri hanya ingin menyampaikan pesan pribadinya kepada dunia.
Di Durban, Ferri menunjukkan protes kepada pelatih timnas Italia saat itu, Marcello Lippi, yang meninggalkan Antonio Cassano. Di Madrid, Ferri memajang tulisan 'Bebaskan Sakineh' di bagian dada.
Sakineh yang ditulis Ferri adalah Sakineh Mohammadie Ashtiani, seorang perempuan Iran berusia 42 tahun yang divonis hukuman rajam sampai mati akibat dituduh melakukan perzinahan.
Kembali ke Ferri, ternyata aksi pemuda 23 tahun itu di Madrid pun telah ia umumkan beberapa hari sebelumnya. Selain itu, di antara penyusupan di Durban dan Madrid, Ferri juga pernah masuk ke lapangan saat Italia menang 5-0 atas Kepulauan Faroe pada September.
Aksi Ferri saat itu lebih heboh karena ia sempat mencium idolanya, Cassano, dan petugas keamanan memilih membiarkannya pergi sendiri tanpa harus ditangkap.
(arp/a2s)











































