'Pelajaran di Inggris'. Demikian ditulis koran olahraga nomor satu di Italia Gazzetta Dello Sport mengomentari kekalahan 1-3 yang diderita Inter di matchday IV Liga Champions, Rabu (3/11/2010) dinihari WIB.
Seperti banyak diprediksi sebelumnya, di White Hart Lane Inter dibuat kerepotan oleh pergerakan Gareth Bale. Meski tidak mencetak hat-trick, seperti yang dia lakukan di pertandingan sebelumnya, Bale jadi bintang dengan akselerasi, kecepatan dan umpan-umpan matangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia punya daya hancur. Bagaimana lagi mendeskripsikan dia? Dia tak punya gigi lain selain gigi tiga. Kali ini dia tak mencetak gol tapi memberikan asist. Dia adalah kekuatan Alam," lanjut Gazzetta yang memberi Bale nilai 8,5 dari maksimal 10.
Pernyataan serupa tertulis di Corriere Dello Sport. Pada headline-nya mereka menulis: "Tottenham tundukkan Inter dengan Bale. Pemain Wales itu memimpin kemenangan atas Inter".
"Inter dikalahkan berkeping-keping oleh Bale. Bale tak tertahankan di pertandingan pertama, tapi dia sekarang berdaya hancur. Maicon tak punya peluang berhadapan dengannya dengan kecepatan yang berbeda," lanjut Corriere.
Suratkabar lainnya, La Repubblica, mengklaim kalau "Inter akan butuh waktu panjang untuk melupakan pertandingan ini".
Seorang komentator sebuah televisi Italia bahkan berseloroh kalau juara dunia dan juara Olimpiade Usain Bolt akan dibuat kesulitan saat diadu dengan Bale.
(din/rin)











































