Sebuah gol David Villa di pertengahan paruh kedua babak 16 besar memupus asa Portugal untuk terus melangkah di Piala Dunia 2010. Tim Matador kemudian dengan perkasa masuk ke final dan merebut gelar juaranya untuk kali pertama.
Kisah pahit tersebut kini bisa dilupakan sejenak setelah Cristiano Ronaldo dkk melakukan pembalasan dendam. Tak cuma balik mengalahkan lawannya, anak didik Paulo Bento menghajar Iker Casillas dkk dengan skor mencolok 4-0.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Estadio da Luz, Kamis (18/11/2010) dinihari WIB, Portugal membuka keunggulan melalui Carlos Martins hanya beberapa saat sebelum turun minum. Dua gol dari Helder Postiga masing-masing di menit 49 dan 68 serta, aksi Hugo Almeida di menit 90 memberi tuan rumah kemenangan luar biasa.
"Kami ingin menang, tapi kami tak bisa memprediksikan hasil seperti ini saat menghadapi lawan sekelas Spanyol. Cara kami bermain sangat positif. Kemenangan ini tidak mendatangkan poin, tapi memberi kami prestise," sahut Bento pada wartawan.
Kemenangan ini juga berniali penting dalam kaitan upaya Portugal menjalani Kualifikasi Piala Eropa 2012. Sementara untuk Paulo Bento hasil ini membuat catatan bertandingnya masih 100% setelah pada dua laga perdana membesut Portugal dia juga memberi kemenangan 3-1 atas Denmark dan Islandia.
"Saya pikir kualitas kami dalam kemenangan ini tak perlu dipertanyakan. Tapi kami bukan tim terburuk di dunia saat kami berada di posisi yang sulit, dan kemenangan, termasuk yang satu ini, juga tidak membuat kami menjadi yang terkuat juga," tuntas suksesor Carlos Queiroz itu.
(din/mrp)











































