Bermain di kandang Roma, Stadion Olimpico, Rabu (24/11/2010) dinihari WIB, Mario Gomez membawa Bayern unggul 2-0. Skor itu bertahan sampai jeda, artinya Die Roten tinggal mempertahankan skor itu dalam 45 menit.
Namun arah angin berubah di babak kedua. Roma tampil solid dan akhirnya melesakkan tiga gol yang membuat 'Serigala Ibukota' itu mengemas kemenangan dengan skor 3-2.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat Bayern kebobolan gol pertama dari kaki Marco Borriello, Van Gaal masih tenang. Namun rasa kesal terlihat jelas di wajah pelatih asal Belanda itu saat Daniele De Rossi mencetak gol kedua lawan. Wajahnya kian masam kala Francesco Totti mencetak gol ketiga Roma.
"(Claudio) Ranieri (pelatih Roma--red) mengubah sistem permainan dari 4-4-2 jadi 4-3-3, tapi itu bukanlah masalahnya," geram Van Gaal.
"Masalahnya adalah kami terlalu banyak kehilangan bola dan memberikan banyak sekali kesempatan buat Roma," tukas pelatih yang tahun lalu mengantar Bayern hingga ke final itu.
"Kami membuang kesempatan menang lagi, seperti yang kami lakukan saat melawan (Borussia) Moenchengladbach dan (Bayer) Leverkusen. Kami harus mencari cara menghentikannya," pungkas Van Gaal.
(arp/din)











































