Beberapa hari lalu, Wenger mengecam insiden dua kartu merah yang didapatkan Madrid saat menghadapi Ajax Amsterdam. Dua kartu merah yang diterima Xabi Alonso dan Sergio Ramos itu disebut sebagai taktik agar keduanya sengaja diskors.
Wenger menilai bahwa tindakan Madrid itu sebagai pelanggaran fair play. Meski mengakui kalau ia pernah memikirkan taktik serupa, Wenger menyebut bahwa drama yang ditengarai disutradari Mourinho itu sebagai yang tidak etis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia seharusnya menjelaskan kepada suporter Arsenal kenapa dia belum pernah merebut satu piala pun sejak 2005," serang Mourinho kepada The Sun yang dikutip SkySports.
"Dibanding bicara soal Real Madrid, Tuan Wenger harusnya bicara soal Arsenal dan menjelaskan mengapa timnya kalah 2-0 dari lawan untuk kali pertama di Liga Champions," sengit Mourinho.
Serangan Mourinho kepada Wenger bagai menggali kapak perang yang telah dikubur beberapa waktu. Seperti diketahui, saat Mourinho menangani Chelsea tahun 2004-2007, beberapa kali ia terlibat perang mulut dengan Wenger di media.
"Sejarah soal anak-anak itu sekarang makin tua," kata Mourinho.
"(Bacary) Sagna, (Gael) Clichy, (Theo) Walcott, (Cesc) Fabregas, (Alex) Song, (Samir) Nasri, (Robin) Van Persie, (Andrei) Arshavin, mereka bukan lagi anak-anak. Mereka semua kan pemain papan atas," tegasnya.
(arp/nar)











































