Inter lolos dengan predikat runner-up Grup A, setelah di laga matchday 6, Rabu (8/12/2010) dinihari WIB, diluluhlantakkan Werder Bremen dengan tiga gol tanpa balas.
Dengan kebobolan tiga gol tersebut, Inter kini total sudah kemasukan 11 gol dalam enam partai fase grup. Artinya, mereka rata-rata kebobolan 1,83 gol per partai, atau nyaris dua gol per partai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Capaian pertahanan La Beneamata racikan Rafael Benitez semakin kurang mentereng jika dibandingkan dengan catatan-catatan Inter di Liga Champions musim-musim sebelumnya.
Ambil contoh catatan Inter musim lalu, di mana mereka hanya kebobolan 6 gol di fase grup dan kemudian total 9 gol saja sampai dengan duduk di tahta juara. Artinya mereka saat itu rata-rata hanya kebobolan 0,9 gol per partai.
Bukan hanya itu, jika ditilik sampai dengan musim 2005/06 pun catatan-catatan kebobolan Inter di Liga Champions belum ada yang seburuk musim ini.
Pada musim 2008/09 mereka hanya kebobolan 7 gol di fase grup (9 gol total), semusim sebelumnya kebobolan 4 gol di fase grup (7 gol total), di musim 2006/07 kebobolan 5 gol di fase grup (7 gol total) dan pada musim 2005/06 kebobolan 4 gol di fase grup (8 gol total).
Jadi, tembok pertahanan Inter yang ada saat ini memang tak lagi sesolid dulu.
Catatan Kebobolan Inter di Liga Champions
2010/11
Inter kebobolan 11 gol dalam 6 partai = 1,83 gol per partai
2009/10
Inter kebobolan 9 gol dalam 10 partai = 0,9 gol per partai
2008/09
Inter kebobolan 9 gol dalam 7 partai = 1,28 gol per partai
2007/08
Inter kebobolan 7 gol dalam 7 partai = 1 gol per partai
2006/07
Inter kebobolan 7 gol dalam 7 partai = 1 gol per partai
2005/06
Inter kebobolan 8 gol dalam 8 partai = 1 gol per partai
(krs/din)











































