Laju Irak di Piala Asia 2007 silam bak kisah Cinderella. Tampil mengejutkan di gelaran tersebut, Irak lolos ke final dengan menyingkirkan Korea Selatan di semifinal.
Pada penampilan perdananya di final Piala Asia, Irak berhasil jadi jawara berkat gol tunggal Younis Mahmoud ke gawang salah satu tim kuat Asia, Arab Saudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, timnas Irak kini bak sudah terlahir kembali seiring dengan kedatangan pelatih Wolfgang Sidka bulan Agustus lalu. Mahmoud cs mulai menemukan kemilaunya lagi.
Semenjak bulan September, Irak di bawah arahan Sidka sudah mengemas delapan kemenangan, termasuk atas Arab Saudi yang kembali jadi rival di Piala Asia 2011 yang dihelat di Qatar mulai tanggal 7 Januari nanti.
Bulan Desember lalu Irak juga berhasil sampai ke semifinal Piala Teluk 2010, hanya untuk kalah adu penalti dari Kuwait yang kemudian menjadi juara.
Dengan modal itulah kini Irak bertekad untuk memberi bukti di Piala Asia 2011 kalau apa yang sudah mereka capai empat tahun lalu adalah buah dari kemampuan dan bukannya kebetulan.
"Ambisi kami adalah menjadi juara lagi. Dengan memenangi piala dulu, kami sudah melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh Amerika dan pemerintah (Irak), yaitu menyatukan negara kami," tegas Mahmoud di Yahoosports.
Untuk bisa jadi juara Irak pertama-tama tentu harus melewati ujian pertama dulu yaitu fase grup yang dihuni bersama Korea Utara, Uni Emirat Arab dan Iran, yang bukan lawan ringan.
"Ekspektasi kami tinggi karena kami punya tim yang berisi pemain berbakat dan berpengalaman. Kami tahu grup kami sangat berat, tapi kami percaya penuh kepada tim dan berpikir kami bisa juara lagi," ujar Manajer Tim Abdul-Khaliq Masoud yakin.
(krs/a2s)











































