"Semua orang kini menuduh kami sebagai orang-orang yang korup mungkin karena orang melihat Mr. Blatter sudah bertahan terlalu lama di FIFA," seru Bin Hammam dalam wawancaranya dengan AP dan dikutip dari Yahoosports.
Jabatan sebagai presiden FIFA sudah diduduki Blatter sejak tahun 1998 lalu. Namun sebelumnya dia sudah berkecimpung di otoritas sepakbola dunia itu sejak tahun 1975.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat pertama masuk FIFA, Blatter menjabat sebagai Direktur Teknis (1975β1981), lalu menduduki kursi Sekretaris Jenderal (1981β1998) dan baru terpilih sebagai presiden FIFA tahun 1998.
Masa kepemimpinan Blatter di FIFA hampir dipastikan akan bertambah. Dengan pemilihan ketua umum baru pada Juni mendatang, pria asal Swiss itu sama sekali tak punya lawan yang maju dalam pencalonan.
Lalu, adakah komentar Bin Hammam ini merupakan indikasi kalau dia ingin menjadi pesaing Blatter?
"Saya belum memutuskan. Saya memilih untuk menunggu dahulu. Saya sebenarnya ingin melihat kompetisi untuk posisi tersebut. Saya lebih memilih ada dua kandidat mengajukan diri, atau mungkin lebih dari dua untuk mengajukan diri ke Kongres FIFA."
"Kompetisi bagus untuk organisasi, baik untuk (jabatan) presiden maupun yang lain. Kompetisi adalah cara terbaik untuk membuat organisasi lebih bersemangat dan hidup," tuntas Bin Hammam.
(din/krs)











































