Ibarra Akui Buat "Gol Tangan Tuhan"

Ibarra Akui Buat "Gol Tangan Tuhan"

- Sepakbola
Sabtu, 08 Mei 2004 00:02 WIB
Jakarta - "Gol tangan Tuhan" yang dipopulerkan oleh Diego Maradona kembali terjadi di pentas sepakbola dunia. Uniknya peristiwa itu masih melibatkan Argentina dan Inggris. Perempat final antara Argentina versus Inggris di Piala Dunia 1986 tercatat sebagai ajang terjadinya gol lewat sentuhan tangan yang paling populer di dunia. Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 2-0 untuk Argentina itu, kapten 'tim Tango' Maradona berhasil mengelabui kiper Inggris Peter Shilton dengan gol lewat tonjokan tangannya. Kala itu Maradona berucap kalau gol pertama yang dibuatnya adalah berkat bantuan Tuhan. Sejak itu, muncul istilah "gol tangan Tuhan". Delapan belas tahun kemudian, peristiwa 'unik' itu terjadi lagi. Kali ini terjadi dalam partai semifinal Liga Champions antara klub Inggris Chelsea versus klub Prancis Monaco. Dalam pertandingan yang berakhir dengan kedudukan imbang 2-2 itu, pencetak gol pertama Monaco, Hugo Ibarra, mengaku bahwa gol yang dicetaknya ke gawang Chelsea dilakukannya dengan tangannya. "Fernando (morientes) menyundul bola yang saya kira bakal masuk ke gawang. Saya menyaksikan bola datang dari tiang jauh dan tiba-tiba bam! bola membentur mistar dan pantulannya mengenai tangan saya," aku pesepakbola asal Argentina itu kepada harian Prancis L'Equipe. Pada awalnya Ibarra sempat menyangka kalau bola masuk ke gawang karena senggolan lututnya. Namun setelah melihat tayangan ulang, ia menyadari kalau gol pertama Monaco malam itu ia buat dengan tangannya. Orang yang pertama kali menyadari bola mengenai tangan Ibarra sebelum masuk gawang adalah kiper Chelsea Carlo Cudicini. Namun protes kiper asal Italia itu kepada wasit Anders Frisk tak digubris. Meskipun mengaku membuat gol dengan tangannya, namun Ibara tetap merasa tak bersalah. Pasalnya ia melakukan itu bukan dengan sengaja. "Saya tak melakukan itu dengan sengaja, namun saya mengakui kalau saya tak mendorong bola dengan tangan, bola akan melesat keluar lapangan dan takkan terjadi gol," lanjutnya. Akhir semifinal yang berlangsung di Stamford Bridge itu mungkin akan berbeda jika tak terjadi gol Ibarra. Akibat terjadinya gol di injury time babak pertama itu, Monaco berhasil bangkit dan menyamakan kedudukan lewat Morientes. Tak heran media-media Inggris pun menamai gol Ibarra sebagai "Gol tangan Tuhan II". Mereka merujuk kepada gol yang dibuat oleh Maradona kala Argentina mengalahkan Inggris di perempat final Piala Dunia 1986.Jika mau berandai-andai, berkat gol Maradona di perempat final, Argentina menang 2-0 dan finish sebagai juara dunia. Sementara berkat gol Ibarra, yang adalah orang Argentina, Monaco berhasil melangkah ke babak final Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah.Mungkinkah ini pertanda Monaco mengikuti jejak Argentina, finish sebagai juara? (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads