Sebelumnya Blatter dikabarkan berharap agar Piala Dunia 2022 di Qatar bisa melangsungkan pertandingan tidak di musim panas sebagaimana biasanya, guna menghindari hawa musim panas negara tersebut.
Akan tetapi, rencana itu lantas mendapat banyak kritikan. Presiden Federasi Sepakbola Asia Mohamed bin Hammam, yang juga berasal dari Qatar, juga bersikeras kalau Piala Dunia nanti akan tetap digelar pada musim panas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semuanya tetap pada musim panas dan dengan seluruh 64 pertandingan (dilakukan) di wilayah Qatar," terang Blatter dalam wawancara kepada BBC.
"Dalam dokumen bidding, dengan jelas diterangkan bahwa komite eksekutif memiliki hak untuk mengganti apapun di dalam proses bidding, tapi dalam kasus ini semua harus datang dari Qatar," lanjutnya.
Dengan Qatar sudah menyatakan rencananya untuk tetap menggelar Piala Dunia secara tradisional di musim panas, maka untuk sementara hal itu takkan berubah.
"Saya pikir untuk saat ini hal tersebut sudah mengeras karena kami baru saja menandatangani dokumen-dokumen finalnya," aku Blatter.
Ia juga membantah kalau dirinya pribadi sudah mendukung digelarnya Piala Dunia 2022 tersebut pada musim dingin, karena risau malah akan bentrok dengan Olimpiade Musim Dingin.
"Siapa yang pertama bilang kita harus bermain di musim dingin? Itu adalah Franz Beckenbauer, kedua Michel Platini, ketiga asosiasi pemain sepakbola profesional FIFPro," kilah Blatter.
(krs/a2s)











































