Sejak melakoni debut internasionalnya pada tahun 1994, Zanetti lantas jadi andalan Argentina di posisi bek sayap kanan. Dengan fisiknya yang di atas rata-rata serta ketenangan dalam bermain, membuat Zanetti selalu jadi pilihan utama.
Tiga Piala Dunia yang sudah diikutinya adalah bukti seberapa penting Zanetti buat Albiceleste. Namun sebuah keputusan mengejutkan datang dari Maradona saat tak memanggil Zanetti ke Piala Dunia 2010 kemarin meski si pemain berjasa besar mengantar Inter Milan merebut treble winners.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka Zanetti pun jadi pemain tertua yang ada di skuad muda Batista tersebut. Dan dengan dirinya yang mulai menua, nyatanya Zanetti memang belum mau berhenti untuk memakai kostum kebesaran Argentina biru-putih dan masih ingin menambah jumlah capsnya yang kini mencapai 138 dan mendonasi lima gol.
"Aku belum menentukan kapan aku pastinya akan pensiun. Impianku adalah bermain di Copa America, lebih dari apapun karena negaraku menghelat turnamen itu," ucap Zanetti kepada Telam yang dilansir ESPN Star.
Ya misi Zanetti berikutnya adalah membawa Argentina meraih gelar pertama setelah terakhir kali berjaya di Copa America 1994. Pertengahan tahun ini negara tersebut akan menghelat turnamen negara-negara di Amerika Selatan. Gelar Copa ke-15 Argentina bakal jadi penutup manis bagi karir Zanetti di timnas.
"Laga internasional selalu penting dan aku senang bisa masuk lagi di sini. Komitmen besar yang kami punya selanjutnya adalah Copa America dan laga persahabatan ini (Argentina vs Portugal) adalah cara terbaik untuk mempersiapkan segalanya," tutup Zanetti.
(mrp/din)










































